Tanda Kanker Langka Dibelakang Telinga

Seorang guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), tak pernah menyangka bahwa sebuah jerawat bisa menjadi tanda dari kanker langka yang tidak dapat disembuhkan.

Wanita asal Selandia Baru itu menyadari ada sebuah jerawat di belakang telinga kanannya pada awal tahun 2018. Dia mengaku tidak mengkhawatirkannya. Namun lama-kelamaan benjolan yang dikiranya jerawat itu bertambah besar dua kali lipat.

“Benjolan itu bertambah dua kali lipat dan telingaku mulai mati rasa sehingga aku memutuskan untuk pergi ke dokter umum setempat,” ujarnya.

Ia pun harus menjalani pemindaian dan biopsi, ternyata benjolan itu merupakan large cell undifferentiated carcinomas atau karsinoma sel besar, yaitu kanker paru-paru ganas yang tidak menunjukkan diferensiasi skuamosa, kelenjar, atau sel kecil (neuroendokrin) pada bagian jaringan yang diserang kanker.

Dia harus menjalani operasi besar selama enam jam untuk mengangkat karsinomanya itu. Sayangnya, prosedur itu membuat wajah kanannya lumpuh. Ia pun harus melakukan beberapa pengobatan dan terapi.

Pada tahun ini, pemeriksaan rutinnya menunjukkan kanker telah menyebar dan banyak lesi di kedua paru-parunya. Operasi atau radiasi adalah pilihan pengobatan terbaik untuk kankernya.

Imunoterapi juga bisa dijadikan pilihan pengobatan, namun dia harus mengeluarkan biaya hingga 860 juta rupiah untuk perawatan 10 minggu.

“Kami melakukan apa yang kami bisa. Kami akan menjual rumah dan tinggal di tenda jika terpaksa,” kata sang ibu.

dia berharap untuk memulai pengobatan segera dan menemukan bahwa lesi di paru-parunya telah sembuh.

“Jika tubuh saya merespons imunoterapi dengan baik maka ini adalah sesuatu yang dapat kita lakukan tanpa batas waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *